BERBAGI KASIH PASCA BANJIR DI KOTA TUA

Mungkin banyak yang tidak mengetahui, bahwa areal kawasan perencanaan kota tua sangatlah luas, kurang lebih sekitar 846 hektar. Ketetapan luas kawasan perencanaan tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 34 tahun 2006.

Perencanaan areal Kawasan Kota Tua,terletak di Kotamadya Jakarta Utara dan Kotamadya Jakarta Barat. Wilayah Jakarta Utara yang menjadi bagian kawasan perencanaan adalah 26,24 % dari luas wilayah Kelurahan Penjaringan dan 20,73 % dari wilayah Kelurahan Ancol. Sedangkan wilayah Jakarta Barat yang masuk dalam kawasan perencanaan adalah 100 %. Kelurahan Roa Malaka, Tambora dan Glodok, 86, 3 % wilayah Kelurahan Pakojan, 76,44 % Kelurahan Jembatan Lima, 71,70% kelurahan Pinangsia, dan 61, 21 % Kelurahan Keagungan.(Sumber:Dr. Arie Budhiman)

Banjir yang melanda di kota tua pada tanggal 17 Januari 2013, mendatangkan banyak dampak bagi masyarakat, lingkungan dan bangunan cagar budaya di kota tua, areal kota tua yang terkena banjir sangatlah luas.

Secara umum kegiatan yang harus dilakukan dalam manajemen bencana dapat dibagi dalam kedalam tiga kegiatan utama, yaitu:
1. Kegiatan pra bencana yang mencakup kegiatan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta peringatan dini;
2. Kegiatan saat terjadi bencana yang mencakup kegiatan tanggap darurat untuk meringankan penderitaan sementara, seperti kegiatan search and rescue (SAR), bantuan darurat dan pengungsian;
3. Kegiatan pasca bencana yang mencakup kegiatan pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Kegiatan yang dilakukan setelah pasca bencana mulai dilaksanakan oleh seluruh warga, pemerintah daerah dan pusat, DMO Kota Tua, perwakilan museum di kota tua, para komunitas budaya yang ada,serta masyarakat yang peduli pada kota tua, saling bahu-membahu melakukan kegiatan pemulihan serta rehabilitasi terhadap kota tua.

Melihat bencana dan banyaknya banyaknya para pengungsi yang terkena korban banjir , maka Komunitas Jelajah Budaya (KJB) berinisiatif untuk membantu para pengungsi di kawasan tersebut dengan mengadakan “Peduli Banjir Komunitas Jelajah Budaya”. Moment ini memberikan kesempatan kepada teman-teman di KJB, untuk memberikan kasih dan perhatian kepada para korban banjir di kota tua. Hasil sumbangan yang semuanya berupakan dana uang dibelikan untuk kebutuhan pada para korban banjir.

Hari Kamis, pada tanggal 24 February 2013, hasil sumbangan tersebut dibelikan berupa bahan pokok makanan, minuman serta obat-obatan. Sumbangan pertama dibagikan kepada masyarakat di RW 06, Kelurahan Pinangsia, Taman Sari yang diwakili oleh Ibu Iryatin (Ketua RT 04). Sedangkan sumbangan yang kedua diberikan kepada Posko Banjir dan Dapur Umum yang berada di RW 07 yang diwakili oleh Bpk. Rusdi Bahawan dan Ibu Riri.

Peduli Banjir Komunitas Jelajah Budaya yang dibuka tanggal 20 Januari 2013, akan ditutup pada tanggal 27 Januari 2013. Semoga sumbangan yang diberikan kepada warga di kedua tempat tersebut, dapat membantu meringankan beban setelah pasca banjir. Terima kasih juga untuk teman-teman Komunitas Jelajah Budaya yang telah memberikan sumbangan, tenaga dan waktu untuk membantu meringankan beban saudara-saudara di Kota Tua.(ACN)

Iklan
Categories: AKSI SOSIAL, Peduli Banjir | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: